Pages

Sejarah Pengobatan Bekam

Monday, December 14, 2015

Sesungguhnya bekam sudah dikenal bangsa-bangsa purba sejak kerajaan Sumeria berdiri, sekitar 4000 tahun sebelum Masehi. Lalu bekam berkembang di Babilonia, Mesir, Saba’, dan Persia. Sumeria adalah daerah yang masuk wilayah Irak, yaitu negeri yang dialir sungat Eufrat dan sungai Tigris. Pada saat itu, para tabib menggunakan bekam untuk pengobatan para raja. Tabib-tabib terkenal hanya menurunkan ilmu pengobatannya kepada murid-murid terpilih. Sedangkan di Cina, bekam berkembang sekitar 2500 tahun sebelum Masehi, sebelum berkuasanya Kaisar Yao. Di Cina, bekam berkembang dengan berdasarkan titik-titik akupuntur.


Di Mesir, bekam sudah ada sejak zaman kekuasaan Fir’aun, sekitar 2500 tahun sebelum Masehi. Pada masa kekuasaan Fir’aun Ramses II, kira-kira 1200 tahun sebelum Masehi, secara tidak sengaja pada masa itu banyak orang-orang yang dilempari batu, lalu terjadi lebam. Setelah dikeluarkan darahnya, ternyata banyak yang sembuh penyakitnya. 

Pengobatan bekam juga sudah umum dipakai para tabib disana bersama-sama dengan jenis pengobatan lainnya. Dalam melakukan bekam, para tabib memakai pedoman titik-titik tertentu di tubuh pasien. Dalam menentukan titik-titik itu, mereka menggunakan pedoman dalam lembaran papyrus. Di dalamnya telah digambarkan titik-titik ath-tho’ atau at-ta’ ataupun tun, namun belum lengkap. Tidak ada perbedaan antara titik-titik besar dan titik-titik kecil. Gambar tersebut digunakan para tabib untuk pedoman pengobatan. Titik-titik ini kemudian berkembang hingga ke Yunani, Saba’, Romawi, Firgria, Bulgaria, dan Isbanji.

Pada zaman Nabi Yusuf, di Mesir terdapat kaum Israil. Di antara mereka ada yang terkenal sebagai ahli pengobatan dengan bekam ini. Namun, hanya orang-orang tertentu yang berobat dengan menggunakan metode ini.

Di Persia, yang hidup sekitar 3000 tahun sebelum Masehi, bekam berkembang bersama pengobatan fashid, yaitu pengobatan untuk mengeluarkan darah dari tubuh. Bekam juga sudah ada di daerah Suriah dan Iskandariyah bersama pengobatan fashidkay, pembedahan, ramuan herba, tumbuh-tumbuhan laut, akar-akaran, biji-bijian, bunga, dan getah-getahan.

Di zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bekam sudah banyak dikerjakan para sahabat, bahkan menjadi sunnah dan kebiasaan mereka. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi waasallam selain memerintahkan umatnya untuk berobat dengan bekam, juga memberikan petunjuk tentang tempat-tempat yang baik untuk dibekam. Walaupun beliau sendiri bukan tabib, namun semua perbuatannya berdasarkan petunjuk Allah Ta’ala.

Pada masa perkembangan Islam sekitar tahun 30 Hijriyah, di Baghdad, bekam merupakan pengobatan yang paling maju saat itu. Mereka menggunakan bekam bersama al-kayy bakar, fashid, dan bekam jubb, yaitu bekam yang khusus terbuat dari gelas kaca yang indah, pisaunya pun khusus, bentuknya kecil dan tajam. Pisau itu direbus dulu untuk disterilkan. Para juru bekamnya pun bermacam-macam, dari yang hanya belajar karena turun-temurun, bekam jalanan, hingga ahli bekam yang berpendidikan tinggi seperti di lembaga kedokteran tinggi Jundi Syahpur, Harran, Syam, maupun Iskandariyah. Karena itu, bekam dan fashid yang dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran saat itu, sangat berbeda dengan bekam yang dilakukan para juru bekam yang tidak berpendidikan kedokteran.

Sumber:
Dr. Wadda’ A. Umar, Sembuh Dengan Satu Titik: Al-Qowam


Subscribe your email address now to get the latest articles from us

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2015. Tapis Jakarta.
Design by Herdiansyah Hamzah - Distributed By Blogger Templates
Creative Commons License