Pages

Perkembangan Fenomenal Pelabuhan Modern Panjang

Tuesday, November 24, 2015

Panjang, sebuak kawasan di dekat pantai di Kota Bandar Lampung, identik dengan pelabuhan. Dulu menjadi satu-satunya pelabuhan penyeberangan laut, baik ke Merak ataupun luar negeri. Bahkan, bagi calon jemaah haji yang menggunakan kapal laut ke Tanah Suci sebelum maskapai penerbangan sebanyak seperti sekarang, dari Pelabuhan Panjang ini mereka berangkat dan bersandar.

Pelabuhan terbesar adalah Pelabuhan Panjang, salah satu dari sedikit pelabuhan di Indonesia yang memiliki 3 (tiga) terminal spesialisasi berdasarkan jenis barang yaitu Terminal Multipurpose, Terminal Petikemas, dan Terminal Curah Kering dengan alur sepanjang 6 mil dan kedalaman mencapai -14 mLWS sedangkan kedalaman di bibir dermaga secara keseluruhan mencapai 1.623m.

Melalui evolusi sejak tahun 1950 an dari pelabuhan tradisional, saat ini Pelabuhan Panjang telah berkembang menjadi pelabuhan modern. Dengan kepemimpinan dan personil handal, Pelabuhan Panjang telah beroperasi 24/7 dan melayani kapal-kapal besar hingga LOA 230 m dan ukuran 55.000 GT dengan olah gerak aman. Sedangkan komoditi ekspor dan impor yang ditangani sangat beragam, termasuk gula, tapioka, kopi, nanas, dan buah-buahan tropis lainnya, semen, kedelai, udang, padi, jagung, singkong, lada, ternak, pupuk, batubara, dan lokomotif. Komoditas bongkar muat domestik termasuk batubara, CPO, BBM, semen, pupuk, kernel dan barang konsumsi.

Secara geografis, Pelabuhan Panjang memiliki kedalaman laut yang cukup, selain itu letaknya strategis untuk menunjang kegiatan ekspor dan import.

Daerah Panjang konon,  awalnya dihuni masyarakat pribumi. Etnis Lampung merupakan mayoritas di sini. Kata Panjang, menurut bahasa Lampung, adalah sebuah lahan menyerupai piring. Jika daerah ini dibidik dari ketinggian, memang menyerupai sebuah piring.

Sumber:
Pic: economy.okezone.com
http://www.panjangport.co.id/
http://www.teraslampung.com/

Subscribe your email address now to get the latest articles from us

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2015. Tapis Jakarta.
Design by Herdiansyah Hamzah - Distributed By Blogger Templates
Creative Commons License